SI / LABORATORIUM KEPUTUSANMateriSimulasi ↗
Program Studi Sistem Informasi · SIP 117

Simulasi & Pembelajaran AHP (Analytic Hierarchy Process)

Mata Kuliah Sistem Pendukung Keputusan

Dosen Pengampu: Ir. Denny Jean Cross Sihombing, S.T., M.Kom., M.T.

01 / Pahami dasarnya

Dari pertimbangan menjadi prioritas.

Materi & panduan singkat
01 — KONSEP AHP

Susun keputusan dalam hierarki

AHP, dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, membantu menyusun prioritas dalam keputusan dengan banyak kriteria. Masalah diurai menjadi tujuan → kriteria → alternatif, dengan subkriteria bila diperlukan. Penilaian kuantitatif dan kualitatif diolah menjadi bobot relatif.

02 — PAIRWISE COMPARISON

Bandingkan dua hal sekaligus

Tanyakan: seberapa penting kriteria pada baris dibanding kolom? Skala Saaty menyatakan intensitas preferensi. Jika A terhadap B = 3, maka B terhadap A = 1/3. Perbandingan dengan dirinya sendiri selalu 1.

123456789
03 — CONSISTENCY RATIO

Periksa logika penilaian

Consistency Ratio (CR) membandingkan indeks inkonsistensi dengan Random Index (RI). CR ≤ 0,10 berarti inkonsistensi masih dapat diterima; nilai di atasnya memerlukan peninjauan. Konsistensi tidak otomatis menjamin keputusan benar atau bebas bias.

Pelajari skala Saaty & tahapan AHP
Intensitas kepentingan relatif
NilaiMakna
1Sama penting
3Cukup lebih penting
5Jauh lebih penting
7Sangat jauh lebih penting
9Mutlak lebih penting
2, 4, 6, 8Nilai kompromi di antara intensitas
1/2 … 1/9Kriteria kolom lebih penting dari baris
  1. Tetapkan tujuan, kriteria, dan alternatif.
  2. Bandingkan pasangan kriteria: n(n − 1)/2 penilaian.
  3. Normalisasi kolom, lalu hitung rata-rata baris.
  4. Uji konsistensi menggunakan λ maks, CI, dan CR.
  5. Bandingkan alternatif pada setiap kriteria.
  6. Sintesis prioritas global: Pᵢ = Σⱼ wⱼsᵢⱼ.
  7. Uji sensitivitas perubahan bobot.

Simulasi ini berfokus pada pembobotan kriteria dan uji konsistensinya (tahap 1–4). Bobot kriteria belum merupakan peringkat alternatif.

Catatan kuliah & latihan diskusi dari lampiran

Dalam MCDA, pengambil keputusan menghadapi tujuan yang dapat saling bertentangan, satuan pengukuran berbeda, serta kombinasi data dan preferensi. Pilih kriteria yang relevan dan hindari tumpang tindih agar satu aspek tidak mendapat bobot berulang.

Latihan basis data

Bandingkan Throughput, Konsistensi ACID, dan Skalabilitas menggunakan a₁₂ = 2, a₁₃ = 4, a₂₃ = 3. Hitung bobot dan uji CR, lalu cocokkan dengan fitur Contoh basis data.

Diskusi: jika A/B = 2 dan B/C = 3, berapa A/C agar konsisten sempurna? Mengapa nilai 1/6 bermakna berbeda?

Latihan pengembangan

Kasus Cloud Service Provider memiliki 5 kriteria dan 3 alternatif. Ada 10 perbandingan kriteria dan 15 perbandingan alternatif (3 pada setiap kriteria), sehingga totalnya 25.

Untuk seleksi payment gateway pada lembar soal, lanjutkan bobot kriteria dengan prioritas lokal alternatif, lalu hitung P = S × w. Periksa CR pada setiap matriks sebelum sintesis.

Metode rata-rata baris adalah aproksimasi eigenvector, sesuai panduan kuliah. Aplikasi mempertahankan presisi penuh dan membulatkan tampilan menjadi 4 desimal. Selisih kecil dengan jawaban yang membulatkan setiap tahap dapat terjadi.

Ruang materi tambahan dosen

Bagian ini siap diisi catatan, ilustrasi, atau instruksi kelas tambahan melalui elemen HTML dengan id materi-dosen.

Sumber materi pembelajaran
Ringkasan disusun dari lampiran dosen: LN M3.pdf, bagian I–IV (hlm. 1–3); Panduan AHP.pdf, tahapan dan rumus (hlm. 1–4); serta Lembar Soal AHP dan Jawaban.pdf, Soal 1, 3, dan 4 (hlm. 1–2). Contoh dihitung ulang dari matriks sumber. Ketiganya merujuk Camm et al. (2023), Bab 14, dan Howard & Abbas (2015), Bab 26.
02 / Coba & amati

Laboratorium simulasi

4 langkah · 3–5 kriteria

Tentukan kriteria keputusan Anda

Gunakan 3 hingga 5 kriteria yang berbeda. Mulai dari contoh atau tulis kriteria sendiri.

Nilai awal semua pasangan: 1 (sama penting).